Storynomic: the power of folklore branding in tourism development
DOI:
https://doi.org/10.46808/iitp.v2i1.71Kata Kunci:
Storynomic, folklore, telaga madirdaAbstrak
Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah, Indonesia. Kabupaten Karanganyar terkenal dengan keindahan alam dan situs-situs bersejarahnya yang menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi destinasi wisata seperti Grojogan Sewu, Candi Cetho, Grojogan Jumog, Parang Ijo, Taman Balekambang, Candi Sukuh, Sapta Tirta Pablengan, dan Telaga Madirda.
Uniknya, lokasi-lokasi wisata di atas memiliki cerita rakyat atau floklor di balik sebuah nama atau terbentuknya lokasi tersebut. Ide dari penelitian ini adalah untuk melihat ketertarikan pengunjung terhadap suatu destinasi wisata karena adanya cerita rakyat yang melatarbelakangi tempat wisata tersebut. Cerita rakyat yang diwariskan secara lisan dan turun temurun dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya adalah cerita rakyat Telaga Madirda di Berjo, Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada 63 pengunjung di lokasi desa wisata dan dari wawancara BUMDes sebagai sumber sekunder. Hasil dari penelitian ini Branding memiliki hubungan yang positif namun kurang signifikan dengan minat wisatawan untuk berkunjung. Kehadiran storynomics sebagai variabel moderasi juga kurang mampu mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung ke Telaga Madirda. Sebuah pertanda bahwa pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu memberikan perhatian khusus pada pengembangan konten digital melalui media sosial, untuk menarik minat wisatawan milenial.